Kamis, 26 September 2019

Media Pembelajaran

Assalamualaikum Wr.Wb...


Haii..bertemu lagi dengan saya ilfa qurotaaeni😊hihihi😀jangan bosen-bosen yah untuk baca blog saya. Nahh kali ini saya akan sedikit membahas mengenai "Media Pembelajaran dengan menggunakan Media Grafis". Pasti sudah tidak asing lagi kan yaa mengenai media pembelajaran yang satu ini..yuuk kita liahat pembahasannya di bawah ini!!


Media Grafis

Media Grafis ialah suatu media visual yang menyajikan fakta, ide atau gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka-angka, dan simbol/gambar.
Media Grafis biasanya digunakan untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, dan mengilustrasikan fakta-fakta sehingga menarik dan diingat orang.


  • Tujuan Penggunaan Media Grafis
Untuk meningkatkan pemahaman terhadap data dan informasi yang tersaji didalamnya, atau juga untuk mengurangi kesalahpahaman persepsi/penafsiran seseorang dalam memahami konsep atau informasi.
  • Jenis-Jenis Media Grafis 
  1. Bagan/Chart

merupakan media pembelajaran yang mengambarkan suatu situasi/suatu proses yang dibuat dengan garis gambar dan tulisan, berbentuk bagan seperti bagan pohon, bagan arus, bagan organisasi, bagan proses, dan sebagainya.

      2. Diagram/Skema

merupakan media pembelajaran berupa gambar sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal balik terutama dengan garis-garis.

      3. Poster

menurut Sudjana dan Rivai poster adalah rancangan kombinasi visual yang kuat dan tersusun dari beberapa warna dan pesan yang bertujuan untuk menarik perhatian banyak orang, namun hanya sebatas untuk diingat.

     4. Kartun


merupakan pengambaran gagasan ide melalui lukisan/karikatur yang di desain untuk mempengaruhi opini masyarakat. menurut Sudjana (2010).

     5. Sketsa

merupakan gambar sederhana/draf kasar yang melukiskan bagian-bagian pokok tanpa detail.

     6. Gambar/Foto

menurut Oemar Hamalik (1986:43) gambar ialah segala sesuatu yang berwujud visual berbentuk dua dimensi yang menjadi curahan perasaan/pikiran.

     7. Grafik

adalah gambaran tentang suatu situasi/suatu proses perkembangan dengan menggunakan deretan angka, garis-garis, dan kata-kata yang berisikan dan mengandung suatu pengertian.

Jadi kesimpulannya menurut saya, media grafis itu merupakan salah satu media yang sangat berguna dalam pembelajaran, dan media ini juga bisa meningkatkan ketertarikan siswa untuk belajar suatu materi. karena hal tersebut maka sangat dianjurkan kepada pendidik agar bisa mengoptimalkan media grafis, sehingga proses pembelajaran akan lebih efektif dan akan lebih interaktif dan juga akan memudahkan peserta didik dalam memahami materi tersebut.


Terimakasih, semoga bermanfaat😊 


Wassalamualaikum Wr.Wb





Selasa, 17 September 2019

Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran di Era Revolusi 4.0

Bismillahirahmanirahim...

Assalamualaikum Wr.Wb

Hallo teman_teman apa kabar? semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT Aamiin... kembali lagi dengan saya Ilfa Qurotaaeni dengan pembahasan yang berbeda, pada blog kali ini saya sedikit akan membahas tentang "Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran di Era Revolusi 4.0
hal ini pula merupakan tugas saya dalam mata kuliah Media dan Teknologi yang di ampu oleh Dosen Bu Hana Lestari,M.Pd

Selamat Membaca...😊

  • Teknologi Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran di Era Revousi 4.0

Seiring berjalannya waktu dan jaman semakin berkembang, terjadi perubahan pada tingkah laku dan perilaku manusia berubah dari masa kemasa. Begitu pula hal ini turut merubah perkembangan sistem pendidikan yang ada di dunia dan Indonesia. Perkembangan pendidikan di dunia juga tidak lepas dari adanya perkembangan dari revolusi industri yang terjadi pada dunia ini. 





Sebelum membahas mengenai Teknologi Pendidikan dan Pembelajaran di Era Revoluis Indusri 4.0, kita harus mengetahui terlebih dahulu tahapan_tahapan revolusi industi sebelum revolusi industri 4.0. tahapan yang pertama yaitu revolusi industri 1.0 pada abad ke-18 ditandai dengan ditemukannya penemuan mesin uap, seiring berjalannya waktu aktifitas produksi semakin berkembang yang ditandai dengan produksi massal, produksi massal ini terjadi karena adanya energi listrik pada fase ini kita telah memasuki masa revolusi industri 2.0 pada abad ke 19-20an dimana penggunaan listrik yang membuat biaya produksi menjadi murah. pada revolusi industri 3.0 tahun 1970an teknologi industi sangat pesat melalui penggunaan komputerisasi. revolusi industri terus berlangsug dan saat ini kita memasuki revolusi industri 4.0 sekitar tahun 2010an melalui Rekayasa Intelegensia dan Internet of Thing (IoT).
  Jadi revolusi industri 4.0 ini merupakan gabungan teknologi otomatisasi dengan teknologi Cyber, cyber itu interaksi melalui komputer atau biasa kita sebut dengan digital yang segala sesuatunya serba digital, contohnya sekarang saja mau belanja tinggal di online shop atau mau makan tinggal order lewat smartphone dan pastinya kita mudah mendapat informasi dan komunikasi dengan siapa saja.




  Lalu bagaimana berbicara masalah revolusi industri 4.0 dan kaitannya dengan pendidikan,  tentu saja dunia pendidikan adalah hal yang utama dan sentral untuk mengikuti arus revolusi industri ini karena akan mencetak dan menghasilkan generasi yang berkualitas yang akan mengisi revolusi industri 4.0. pendidikan di era revolusi 4.0 ini berupa perubahan dari cara belajar, pola berpikir serta cara bertindak para peserta didik dalam mengembangkan inovasi kreatif diberbagai bidang.
Dengan hal ini pula, dapat menekankan angka penganguran di Indonesia khususnya dalam persaingan pasar gobal.

kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sebagai pemicu revolusi industri juga diikuti dengan implikasi seperti kompetisi manusia dengan mesin, dan tuntutan kompetensi yang semakin tinggi. untuk itu, inovasi teknologi dibidang pendidikan untuk mendukung pembelajaran sangat dibutuhkan pada era ini untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia supaya bisa bersaing di kancah global.dalam hal ini juga menuntut guru untuk  berperan aktif dan kreatif, karena di era zaman teknologi saat ini pembelajaran memiliki perbedaan signifikan dibanding pengajaran sebelumnya. dimana pengajaran zaman sekarang memanfaatkan teknologi informasi. maka disinilah seorang pendidik harus kreatif dalam menyampaikan materi pembelajaran dan mengajarkan bagaimana peserta didik menjadi kreatif dan kritis. dengan demikian peserta didik akan menjadi pribadi yang siap untuk menghadapi perubahan zaman.


Alhamdulillah artikel yang saya buat selesai, mudah-mudahan bermanfaat😊Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang dimengerti ataupun kesalahan pada tulisan dan pada pokok pembahasan.


Terimakasih

Wassalamualaikum Wr.Wb



Rabu, 24 Juli 2019

RPP Kajian IPA

Assalamualaikum Wr.Wb


Haii teman-teman, apa kabar? kembali lagi nihh dengan saya Ilfa Qurotaaeni dengan pembasahan yang berbeda.Pada blog kali ini saya akan membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran(RPP) untuk mata pelajaran IPA di tingkat SD/MI  kelas 5 Tema 2 "Peristiwa dalam Kehidupan".

Baik langsung saja berikut penjelasannya...

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)


Satuan Pendidikan : 
Kelas/Semester      : V(Lima) / 2
Tema                        : Peristiwa dalam Kehidupan (Tema.2)
Sub Tema                : Macam-macam Peristiwa dalam Kehidupan
Pembelajaran ke    : 1
Alokasi Waktu        : 2 x 35 Menit (1 x pertemuan)

A. Kompetensi Inti

  1. Menerima, menjalankan dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.
  2. Menunjukan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli dan percaya diridalam berinteraksi dengan keluarga,teman, guru, dan tetangganya serta cinta tanah air.
  3. Memahami pemahaman faktual dengan cara mengamati, dan mencoba menanyaberdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang di jumpainya dirumah, disekolah, dan tempat bermain.
  4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis, logis, dan kritis dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak bermain dan berakhlak mulia.
B. Kompetensi Dasar
  • Mendeskripsikan siklus air dan dampaknya pada peristiwa bumi serta kelangsungan makhluk hidup
C. Indikator
  • Mendeskripsikan siklus air dan dampaknya pada peristiwa bumi, serta kelangsungan makhluk hidup.
  • Menjelaskan pentingnya air bagi kelangsungan hidup manusia dan peristiwa di bumi. 
D. Tujuan Pembelajaran
  • Dengan menggali informasi dari teks bacaan peserta didik dapat menjelaskan manfaat air bagi kehidupan manusia dengan teliti.
  • Dengan mengamati gambar, peserta didik dapat mengidentifikasi dampak dari berkurangnya ketersediaan air dengan cermat.
  • Dengan melakukan kegiatan wawancara, peserta didik dapat mencari informasi penting tentang pentingnya air dengan percaya diri.
  • Dengan mencari informasi tentang pentingnya air, peserta didik dapat membuat laporan tertulis tentang pentingnya air dengan mandiri.
E. Materi Pembelajaran
  • Informasi mengenai Siklus Air

F. Model Pembelajaran
  • Discovery Learning
G. Media dan Sumber Pembelajaran

  • Buku
  • Teks bacaan tentang peranan dan manfaat air
H. Kegiatan Pembelajaran

Langkah-langkah Kegiatan :
  • Sebagai kegiatan pembuka, peserta didik diajak untuk mencermati bacaan pembuka yang berjudul "Sungaiku bergantung pada hujan"
  • Peserta didik diminta untuk membaca teks bacaan secara bergantian dengan suara yang jelas
  • Peserta didik dibimbing untuk mencari informasi penting dalam bacaan dan kaitan dengan tujuan pembelajaran dan tema yang berlangsung
  • Peserta didik diberi penekanan pada informasi yang berkaitan dengan fungsi dan peran air
  • Guru memberikan pertanyaan yang bersangkutan dengan bacaan. jawaban peserta didik dapat di tulis di papan tulis
I. Penilaian

Penilaian terhadap proses dan hasil pembelajaran dilakukan oleh guru untuk mengukur tingkat pencapaian kompetensi peserta didik. Hasil penilaian digunakan sebagai bahan penyusunan laporan kemajuan hasil belajar dan memperbaiki proses pembelajaran. Penilaian terhadap materi ini dapat dilakukan sesuai kebutuhan guru yaitu dari pengamatan sikap, tes pengetahuan dan presentasi unjuk kerja atau hasil karya/projek.

J. Pengayaan

Untuk siswa yang sudah menguasai materi dengan baik, siswa diminta mengerjakan materi pengayaan yang sudah disiapkan, yaitu menjawab beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan.

K. Remedial

Bagi siswa yang belum menguasai materi dengan baik, maka akan diberikan pendampingan oleh guru dengan menjelaskan kembali materi tersebut dan melakukan bebrapa pertanyaan untuk tahu seberapa jauh siswa paham atau tidak.

L. Interaksi Guru dan Orang Tua

Setelah melakukan pembelajaran disekolah, guru meminta siswa agar mampu menerapkannya dirumah bagaimana menghemat air/pentingnya air pada kehidupan.


Cukup sekian pembuatan RPP yang saya buat, semoga bermanfaat untuk kita semua.
Mohon maaf jika masih banyak kekurangan dalam tulisan dan pokok pembahasan.
Terimakasih...

Wassalamualaikum Wr.Wb



Sabtu, 20 Juli 2019

Kajian IPA

Assalamualaikum Wr.Wb


Hallo teman teman, apa kabar? semoga sehat selalu yah. Baik kali ini saya akan sedikit memaparkan salah satu alat peraga yang cocok, mudah dan bahkan membantu dalam pembelajaran IPA di SD/MI. Sebelumnya perkenalkan saya Ilfa Qurotaa'eni dari fakultas Tarbiyah prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Semester II di INSTITUT AGAMA ISLAM SAHID BOGOR. Dalam hal ini juga merupakan salah satu tugas dalam mata kuliah Kajian IPA yang di ampu oleh dosen Ibu Hana Lestari,M.Pd.

Alat peraga yang kali ini akan saya bahas ialah alat Musik Pipa/Music Pipaline. Alat peraga ini juga merupakan salah satu alat peraga yang ada di PP-IPTEK.


  • Cara Pembuatan

Dilihat dari gambar di atas. Cara pembuatannya cukup mudah, hanya dengan membutuhkan 1 alat saja  yaitu Pipa/Paralon. Selain menggunakan Pipa/Paralon bisa juga menggunakan alat sederhana yang lain misalnya seperti Bambu. Selanjutnya potong Pipa/Paralon tersebut menjadi beberapa bagian dengan ukuran yang berbeda-beda diameternya.

  • Cara Penggunaan

Cara penggunaannya pun sangat mudah hanya dengan menempelkan telingga kita pada Pipa/Paralon tersebut secara satu persatu, maka disitu kita bisa mengetahui dan membedakan bunyi atau getaran pada Pipa/Paralon yang panjang dengan Pipa/Paralon yang pendek.Semakin panjang Pipa/Paralon maka semakin nyaring pula bunyinya dan begitupun sebaliknya.



  •  Penyesuain Materi

Materi yang sesuai untuk  pembelajaran IPA yaitu pada pembahasan "Bunyi" khususnya di  kelas 4 tingkat  SD/MI. 
Pada alat peraga ini juga siswa bisa mengetahui dan membedakan perbedaan bunyi atau getaran  dari tiap-tiap Pipa/Paralon tersebut. 
  • Keunggula

Keunggulan dari alat peraga ini yakni materinya sangat mudah dipahami, alatnya mudah dicari dan cara pembuatannya pun praktis sehingga memudahkan siswa dalam membuatnya. 



Terimakasih atas perhatiannya. 
Mohon maaf jika ada kesalahan dalam  pokok pembahasan atau penulisan.

Wassalamualaikum Wr.Wb